HARGA AQIQAH BANJARMASIN
PENTINGNYA
MAKANAN SEHAT DAN HALAL BAGI TUBUH
Makanan sehat dan halal bagi tubuh merupakan syarat utama bagi manusia untuk hidup sehat dan berkah. Manusia adalah makhluk yang memiliki potensi hayawaniyah (kebinatangan). Manusia mempertahankan hidupnya dengan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Allah SWT menciptakan alam semesta dan segala macam isinya untuk kepentingan manusia. Kalau manusia mampu memanfaatkannya, maka ia akan mendapatkannya. Sebaliknya, barang siapa tidak dapat menggunakannya secara baik, manusia akan memperoleh kekecewaan dan kegagalan.
Makan adalah salah satu cara manusia untuk mempertahankan hidup. Manusia memerlukan makan sejak awal diciptakan. Sebagaimana cerita Nabi Adam, bahwa Allah SWT telah memberikan kesempatan kepada Nabi Adam dan istrinya untuk memakan apa pun yang ada di dalam surga. Akan tetapi Allah SWT melarang untuk tidak memakan 1 makanan yang apabila dimakan Nabi Adam dan istrinya termasuk ke dalam orang-orang yang zolim.
Jadi Allah SWT memberikan kenikmatan kepada manusia untuk memakan makanan yang ada di muka bumi ini dengan sesuka hati. Namun pada saat yang sama Allah SWT juga memberikan penegasan terhadap makanan yang tidak boleh atau haram dimakan. Dan pentingnya memakan makanan yang sehat dan halal. Makanan yang sehat dan halal atau dalam Islam disebut thayyib atau baik sangat penting dikonsumsi bagi manusia. Makanan itu berguna bagi kualitas kesehatan jasmani maupun rohani. Manusia yang memakan makanan sehat dan halal akan terhindar dari berbagai penyakit yang sering bersarang di tubuhnya. Akal pikiran dan hati nuraninya akan terjaga dari hal-hal yang merusak ibadahnya. Sebaliknya, makanan yang haram yang terdapat dalam perut akan merusak jaringan otak, menimbulkan penyakit, dan melalaikan untuk mengingatkan diri kepada Allah SWT.
Bila kita ingin menilai suatu makanan bergizi atau tidak, maka kita harus mengetahui komposisinya terlebih dahulu. Bahan makanan yang thayyib (baik) bagi umat Islam harus memenuhi syarat halal. Dan yang haram pasti tidak baik bagi kaum muslim. Bahan makanan yang menurut ilmu pengetahuan tergolong baik, belum tentu termasuk halal bagi seorang muslim. Dan juga sebaliknya, makanan yang tergolong halal, belum tentu termasuk baik menurut ilmu pengetahuan, pada kondisi tertentu.
Misalnya, otak hewan ternak adalah halal. Akan tetapi tidak baik dikonsumsi oleh orang yang menderita penyakit jantung. Karena mengandung kolesterol tinggi yang dapat membahayakan jiwanya. Sedangkan persyaratan makanan yang thayyib menurut ilmu gizi, ialah yang dapat memenuhi kriteria :
Pertama, memenuhi kepuasan jiwa yakni memberi rasa kenyang, memenuhi kebutuhan naluri dan kepuasan jiwa, dan memenuhi kebutuhan sosial-budaya.
Kedua, memberikan tenaga. Mendukung pembentukan sel-sel baru untuk pertumbuhan badan, mendukung pembentukan sel-sel atau bagian-bagian sel untuk menggantikan yang rusak, mengatur metabolisme zat-zat gizi dan keseimbangan cairan dan asam basa, serta berfungsi dalam pertahanan tubuh.
Halal (Arab: حلال ḥalāl; ‘diperbolehkan’) adalah segala objek atau kegiatan yang diizinkan untuk digunakan atau dilaksanakan, dalam agama Islam. Istilah ini dalam kosakata sehari-hari lebih sering digunakan untuk menunjukkan makanan dan minuman yang diizinkan untuk dikonsumsi menurut Islam, menurut jenis makanan dan cara memperolehnya. Pasangan halal adalah thayyib yang berarti ‘baik’. Suatu makanan dan minuman tidak hanya halal, tetapi harus thayyib; apakah layak dikonsumsi atau tidak, atau bermanfaatkah bagi kesehatan. Lawan halal adalah haram.
Tips sehat ala Nabi Muhammad SAW:
Pertama, asupan awal ke tubuh Nabi SAW adalah udara segar di subuh hari. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan shalat malam. Beliau mandi pagi sebelum subuh, sekurang-kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Setelah mandi lalu berangkat ke masjid dengan berjalan kaki guna menunaikan shalat subuh berjama’ah.
Kedua, di pagi hari, Nabi SAW membuka menu dengan segelas air sejuk yang dicampur sesendok madu asli. Yang sangat baik untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir, dan peradangan.
Ketiga, Nabi SAW sangat selektif dalam hal makanan. Tidak ada satupun makanan yang dikonsumsi bersifat subhat (meragukan) apalagi haram. Selalu halal dan thayyib. Nabi SAW mengajarkan makan itu sedikit saja, maksimal 1/3 bagian dari kapasitas perut. Beliau mengajarkan pada kita agar makan sebelum terlalu lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang. Dari aspek adab, beliau makan dalam keadaan tenang, tidak tergesa-gesa dan dengan tempo sedang.
Keempat, Nabi SAW sering menyempatkan waktu untuk berolahraga. Terkadang sambil bermain bersama anak dan cucu-cucunya.
Kelima, Nabi SAW tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Biasanya beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi, pada pertengahan malam kedua. Beliau tidak pernah tidur melebihi kebutuhan.
Keenam, Nabi SAW sangat mantap dalam ibadahnya. Baik yang wajib maupun yang sunnah.
Penjelasan di atas hanya sebagian kebiasaan Nabi SAW yang dapat menunjang kesehatan. Sangat patut untuk dicontoh dalam pola hidup kita. Marilah kita bersama-sama untuk memperhatikan makanan kita agar tetap terjaga dari keharaman fisiknya dan keharaman cara memperolehnya. Makanan yang sehat dan halal sangat baik bagi kebutuhan jasmani dan rohani kita.
Salah satu makanan halal dan sehat adalah sajian menu Aqiqah Nurul Hayat. Selain bernilai ibadah menu Aqiqah Nurul Hayat banyak variasinya. Saai ini Aqiqah Nurul Hayat telah hadir di seluruh Nusantara. Lebih dekat dengan keluarga muslim dimanapun berada. Siap memberikan pelayanan terbaik bagi keluarga muslim Indonesia.
Komentar
Posting Komentar